Kondisi pandemi Covid-19 yang mulai melanda Sulawesi Utara sejak Maret 2020 tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga telah memporakporandakan ekonomi keluarga. Pada era pandemi ini banyak masyarakat yang berstatus pegawai terkena pemutusan hubungan kerja, dirumahkan sementara atau pengurangan jam kerja dan imbasnya pendapatan mereka berkurang drastis atau hilang. Kondisi hilang atau berkurangnya penghasilan di era pandemi ini tidak hanya dialami oleh pegawai, tetapi juga profesi lainnya seperti pengusaha kecil, petani dan peternak. Mereka tidak dapat bekerja secara bebas karena takut tertular ataupun kalau bekerja hasil produksinya sulit dipasarkan. Kesulitan keuangan dalam keluarga sebetulnya tidak hanya dialami karena pandemi, tetapi karena ketidakmampuan mengelola keuangan secara baik dan benar.

Setiap keluarga apapun profesinya sering menghadapi kesulitan keuangan, baik karena penghasilan yang tidak menentu akibat cuaca (banyak dialami petani dan nelayan) dan naiknya harga bahan kebutuhan pokok maupun karena perilaku hidup yang boros. Hal ini mengakibatkan banyak keluarga yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau ketidakmampuan menyekolahkan anak pada jenjang yang lebih tinggi. Kondisi keuangan yang sulit sering juga dihadapi oleh Kelompok PKK Jaga 3, Desa Tumaratas di Kabupaten Minahasa. Kelompok PKK ini terdiri dari isteri atau ibu-ibu rumah tangga beranggotakan 42 orang dengan sekitar 70% berprofesi sebagai petani, sedangkan sisanya ada yang Guru dan ada yang tidak bekerja. Berkenaan dengan itu perlu penyuluhan bagi mereka mengenai pengelolaan keuangan yang baik dan benar dalam keluarga. Isteri atau ibu rumah tangga memainkan peran yang sangat penting dalam mengelola keuangan keluarga karena mereka pada umumnya menjadi pemegang kas dan mitra suami dalam pengambilan keputusan penggunaan uang. Menyadari akan hal ini dan sebagai sumbangsih dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSRAT untuk mensejahterakan masyarakat, maka melalui Tim PKM yang terdiri dari Prof. Dr. Bernhard Tewal, SE. ME., Ferdinand J. Tumewu, SE.MA. dan Djemly Woran, SE. MM melakukan pengabdian dalam bentuk penyuluhan dengan topik: “Pengelolaan Keuangan Keluarga di Era Pandemi Covid-19”.

Tujuan penyuluhan ini adalah untuk memberikan pemahaman kiat-kiat pengelolaan keuangan keluarga yang baik dan benar, kiat-kiat mencari sumber2 pendapatan tambahan  dan kiat-kiat perilaku hemat dalam penggunaan uang. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah terjadinya perubahan perilaku dalam pengelolaan keuangan keluarga para pesertanya. Metode penyuluhan dilakukan dalam bentuk ceramah, latihan membuat pencatatan keuangan dan dilanjutkan dengan diskusi serta tanya jawab.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 1 September 2021 yang dimulai jam 16.00 – 17.30 dalam ruang terbuka, bertempat pada Kel. Woran – Suwuh dan diikuti para ibu PKK sebanyak 17 orang dengan menerapkan protocol Kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Materi yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi:

  1. Kiat-kiat pengelolaan keuangan keluarga yang baik dan kiat-kiat pola hidup hemat.
  2. Melatih cara membuat Buku Kas untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran setiap bulan.
  3. Pemberdayaan ekonomi keluarga dengan memotivasi mereka untuk wirausaha seperti beternak, jual makanan secara online atau lainnya yang memanfaatkan keterampilan dan hobi yang dimiliki.

Hasil yang dicapai pada saat pelaksanaan adalah para ibu-ibu yang menjadi peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini terlihat dari diskusi dan tanya jawab. Selain itu, melalui kegiatan  monitoring dan evaluasi yang dilakukan sebulan setelah pelaksanaan penyuluhan menunjukkan bayak dari mereka yang sudah mulai mencatat penerimaan dan pengeluaran keluarga dalam Buku Kas