Manado, corongmanado.com-

Terkait dugaan kecurangan rekomendasi peserta calon Paskibraka SMAN 7 Manado beserta tim Panitia Seleksi (Pansel) Angkat Bicara, Kamis (21/04) di Rumah Kopi S Sario.

Kepala sekolah SMAN 7 Manado Dra. Marlina Katihokang, MPd. Mengatakan, pada bulan Februari lalu pagi hari di antra ke tim pansel ada 20 nama siswa yang akan mengikuti tes, kemudian siangnya menjadi 22 nama di karenakan tim pansel belum menutu pendaftaran.

“Dua nama yang di tambah sudah mengikuti seleksi Sekolah, jadi sebelum masuk ke tingkat Kota Manado ada pihak TNI yang melatih dan nama ke dua siswa ini ada di dalam absen, jadi penambahan dari 20 menjadi 22 nomor surat yang sama. Paginya di nama-nama yg di rekomendasi kemudian siangnya di antar menjadi 22 karena si Betran da Ridel ini adalah tambahan, jadi Betran ini tetap mengikuti latihan dari tentara sebelum masuk ke tim pansel paskibraka. Di karekan dia (Betran) sakit di akhir-akhir dia sudah mengikuti latihan  sampai ke manado.” Ujar Katihokang.

Di samping itu Menurut Ketua Tim Seleksi (Timsel) Paskibraka Kota Manado, Sterry Andih SH MH, mengatakan sampai ini saat ini proses seleksi berjalan sesuai prosedur.

“Siswa yang ikut seleksi Paskibraka kota Manado berdasarkan nama-nama yang tercantum dalam surat tugas yang dikeluarkan oleh sekolah, Untuk seleksi di tingkat sekolah, tidak ada intervensi dari Timsel kota Manado. Kami menegaskan pihak kami hanya menerima rekomendasi dari sekolah untuk mengikuti tahapan seleksi calon Paskibraka kota Manado.” Jelas Andih.

Sementara itu Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Paskibraka Kota Manado, Ruslan Salakea, dalam kegiatan ini mengatakan pihaknya bertugas terkait administrasi sesuai edaran yang telah disampaikan ke sekolah-sekolah.

“Administarsi itu harus dilengkapi oleh sekolah dan diserahkan kepada panitia seleksi lalu mana yang kurang dan yang lebih maka tim kami yang bekerja di situ. ada surat izin orang tua yang anaknya akan mengikuti seleksi Paskibraka dan sudah diterima oleh Pansel. Surat izin itu kami edarkan ke sekolah dan harus ditandatangani oleh orang tua siswa lalu diserahkan kepada panitia seleksi.” Pungkas Salakea

Salakea menambahkan, poin kedua dalam surat izin tersebut dengan jelas tertulis bahwa orang tua siswa tidak akan menuntut jika anaknya tidak terakomodir dalam seleksi calon Paskibraka.

“Silahkan boleh di cek ke sekolah-sekolah surat izin tersebut, selain SMAN 7 Manado ada 1 sekolah juga yang  merekomendasikan penambahan siswa untuk mengikuti seleksi.

Dan itu tidak bermasalah karena jadwal pemasukan surat tugas belum ditutup saat itu.” Tambah Salakea.(CMC)